KULTUM: HIKMAH
PUASA RAMADHAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين. وبه نستعين على
اُمُوْرِ الدّنيا والدين. والصّلاة والسلام على أشرف الانبياء والمرسلين, وعلى اله
وصحبه أجمعين. اَمَّا بَعْدُ.
Jamaah sholat tarawih:Bapak2, Ibu2, adik2, anak2ku santriwan
santriwati Tebuireng 3
yang dimuliakan oleh Allah!
Puji syukur kehadirat Allah SWT
atas limpahan ni’mat dan karunianya sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang
penuh barokah ini melaksanakan rutinitas shalat tarawih & witir dalam
keadaan sehat wal ‘afiat.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan kita, nabi Muhammad SAW.
Jamaah sholat tarawih yang berbahagia!
Allah SWT menciptakan segala sesuatu
di muka bumi ini tidaklah sia-sia, melainkan mempunya hikmah dan arti yang
terkandung di dalamnya. Begitupun juga Allah memberikan perintah2 kepada kita,
memberikan larangan2 kepada kita, di dalamnya terkandung hikmah-hikmah yang
harus kita ketahui, kita gali untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Tak terkecuali perintah melaksanakan ibadah puasa di bulan
Ramadhan, terkandung hikmah & tujuan yang baik dan mulia. Oleh karena itu,
izinkan saya berdiri di sini sejenak, bukan
maksud untuk menceramahi ataupun menggurui, tapi hanya sekedar berbagi ilmu
tentang HIKMAH-HIKMAH PUASA
RAMADHAN.
Jamaah sholat tarawih yang dirahmati oleh Allah!
Ada banyak sekali hikmah yang
terkandung di dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, baik dari segi
kesehatan, social, kesabaran maupun ketaatan.
Yang
pertama: Hikmah
dari segi kesehatan.
Nabi Muhammad saw bersabda: “
Berpuasalah kalian semua, niscaya akan sehat”.
Tidak diragukan lagi bahwa sumber dari berbagai macam
penyakit yang diderita manusia tidak lain tidak bukan adalah makanan itu sendiri. Makanan di satu sisi adalah sumber kehidupan, namun di
sisi lain adalah sumber berbagai macam penyakit. Apa saja makanan yang
merupakan sumber penyakit itu? Yakni makanan yang haram, tidak sehat ataupun kalau halal,
bergizi dan penuh vitamin, tapi berlebihan, over dosis, kewareken (kekenyangan). Puasa
mengajarkan kita makan secukupnya, maka dengan puasa, niscaya jasmani dan
rohani kita akan sehat, jauh dari macam-macam penyakit.
Perut itu diibaratkan seperti
kaleng/ botol kemasan yang apabila diisi tidak boleh dipenuhi, harus menyisakan
sedikit rongga untuk udara. Begitu juga dengan perut, idealnya diisi
secukupnya, tidak berlebihan. Kalau menurut tips dari Nabi Muhammad dalam
sebuah hadits, isi perut itu: 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3nya
lagi untuk udara.
Yang
kedua: Hikmah dari
segi sosial dan kemanusiaan.
Jamaah sholat tarawih yang dirahmati oleh Allah!
Kita diperintahkan melaksanankan ibadah puasa
Ramadhan dengan menahan rasa lapar, haus serta keinginan2 nafsu lainya mulai
terbitnya matahari hingga terbenam (hanya kira-kira 14 jam-an). Itu artinya,
kita disuruh mencicipi dan merasakan sedikit penderitaan para fakir miskin,
anak yatim piatu dan anak terlantar. Hanya sedikit saja. Padahal mereka
merasakan haus dan lapar itu sepanjang hari, tidak hanya pada bulan puasa saja,
tapi di bulan-bulan lainya juga mereka alami. Haus, lapar, gak punya tempat
tinggal, hidup tak menentu. Dengan melaksananakan ibadah puasa, diharapkan kita
semua peka, tumbuh jiwa sosial, jiwa kemanusiaan kita sehingga ikut membantu
mereka dengan menyisihkan beberapa rizki kita, sebagian makanan kita untuk
mereka.
Alhamdulillah, di masjid
Al-Mubarokah ini sudah berjalan kegiatan sosial kotak keliling: infaq romadhon
& santunan yatim piatu. Kegiatan ini adalah bentuk realisasi daripada pelaksanaan
ibadah puasa Ramadhan. Semoga kegiatan semacam ini tetap terlaksana di
tahun-tahun mendatang. Amin
Jamaah sholat tarawih:Bapak2, Ibu2,
santriwan santriwati yang
dimuliakan oleh Allah!
Sebenarnya
masih banyak sekali hikmah-hikmah yang lainya yang tidak mungkin saya sampaikan
dalam waktu yang singkat ini. Akhir kata, semoga dan semoga kita tetap
diberikan taufiq dan hidayah-Nya sehingga mampu melaksanakan ibadah puasa
sampai selesai dan diperjumpakan lagi dengan bulan romadhun tahun mendatang.
Dan yang terpenting lagi, kita bisa meresapi (donlut) makna yang terkandung
dalam pelaksanaan ibadah puasa ini untuk selanjutnya diaplikasikan dan
diamalkan dalam kehidupan ini, diberikan kesehatan jasmani rohani dengan
barokahnya puasa dan dibukakan pintu hatinya agar tumbuh jiwa social, jiwa
kemanusiaan, saling berbagi kasih, saling berbagi sayang terhadap orang-orang
yang membutuhkan dari para fakir miskin dan anak yatim piatu.
Yang sedikit dari saya ini semoga
bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya saya mohon maaf. إهدنا الصراط المستقيم
السلام عليكم ورحمة الله
وبركاته
*ngisi kultum di
masjid Al-Mubarokah Tebuireng 3 pada malam minggu, 06 Juli 2014/8 Ramadhan 1435
H.