Minggu, 06 Juli 2014

KULTUM: HIKMAH PUASA RAMADHAN

KULTUM: HIKMAH PUASA RAMADHAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين. وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين. والصّلاة والسلام على أشرف الانبياء والمرسلين, وعلى اله وصحبه أجمعين. اَمَّا بَعْدُ.
Jamaah sholat tarawih:Bapak2, Ibu2, adik2, anak2ku santriwan santriwati Tebuireng 3 yang dimuliakan oleh Allah!
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan ni’mat dan karunianya sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang penuh barokah ini melaksanakan rutinitas shalat tarawih & witir dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad SAW.

Jamaah sholat tarawih yang berbahagia!
            Allah SWT menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini tidaklah sia-sia, melainkan mempunya hikmah dan arti yang terkandung di dalamnya. Begitupun juga Allah memberikan perintah2 kepada kita, memberikan larangan2 kepada kita, di dalamnya terkandung hikmah-hikmah yang harus kita ketahui, kita gali untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali perintah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, terkandung hikmah & tujuan yang baik dan mulia. Oleh karena itu, izinkan saya berdiri di sini sejenak, bukan maksud untuk menceramahi ataupun menggurui, tapi hanya sekedar berbagi ilmu tentang HIKMAH-HIKMAH PUASA RAMADHAN.

Jamaah sholat tarawih yang dirahmati oleh Allah!
            Ada banyak sekali hikmah yang terkandung di dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, baik dari segi kesehatan, social, kesabaran maupun ketaatan.
Yang pertama: Hikmah dari segi kesehatan.
Nabi Muhammad saw bersabda: “ Berpuasalah kalian semua, niscaya akan sehat”.
Tidak diragukan lagi bahwa sumber dari berbagai macam penyakit yang diderita manusia tidak lain tidak bukan adalah makanan itu sendiri. Makanan di satu sisi adalah sumber kehidupan, namun di sisi lain adalah sumber berbagai macam penyakit. Apa saja makanan yang merupakan sumber penyakit itu? Yakni makanan yang haram, tidak sehat ataupun kalau halal, bergizi dan penuh vitamin, tapi berlebihan, over dosis, kewareken (kekenyangan). Puasa mengajarkan kita makan secukupnya, maka dengan puasa, niscaya jasmani dan rohani kita akan sehat, jauh dari macam-macam penyakit.
Perut itu diibaratkan seperti kaleng/ botol kemasan yang apabila diisi tidak boleh dipenuhi, harus menyisakan sedikit rongga untuk udara. Begitu juga dengan perut, idealnya diisi secukupnya, tidak berlebihan. Kalau menurut tips dari Nabi Muhammad dalam sebuah hadits, isi perut itu: 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3nya lagi untuk udara.

Yang kedua: Hikmah dari segi sosial dan kemanusiaan.
Jamaah sholat tarawih yang dirahmati oleh Allah!
Kita diperintahkan melaksanankan ibadah puasa Ramadhan dengan menahan rasa lapar, haus serta keinginan2 nafsu lainya mulai terbitnya matahari hingga terbenam (hanya kira-kira 14 jam-an). Itu artinya, kita disuruh mencicipi dan merasakan sedikit penderitaan para fakir miskin, anak yatim piatu dan anak terlantar. Hanya sedikit saja. Padahal mereka merasakan haus dan lapar itu sepanjang hari, tidak hanya pada bulan puasa saja, tapi di bulan-bulan lainya juga mereka alami. Haus, lapar, gak punya tempat tinggal, hidup tak menentu. Dengan melaksananakan ibadah puasa, diharapkan kita semua peka, tumbuh jiwa sosial, jiwa kemanusiaan kita sehingga ikut membantu mereka dengan menyisihkan beberapa rizki kita, sebagian makanan kita untuk mereka.
            Alhamdulillah, di masjid Al-Mubarokah ini sudah berjalan kegiatan sosial kotak keliling: infaq romadhon & santunan yatim piatu. Kegiatan ini adalah bentuk realisasi daripada pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Semoga kegiatan semacam ini tetap terlaksana di tahun-tahun mendatang. Amin

Jamaah sholat tarawih:Bapak2, Ibu2, santriwan santriwati yang dimuliakan oleh Allah!
            Sebenarnya masih banyak sekali hikmah-hikmah yang lainya yang tidak mungkin saya sampaikan dalam waktu yang singkat ini. Akhir kata, semoga dan semoga kita tetap diberikan taufiq dan hidayah-Nya sehingga mampu melaksanakan ibadah puasa sampai selesai dan diperjumpakan lagi dengan bulan romadhun tahun mendatang. Dan yang terpenting lagi, kita bisa meresapi (donlut) makna yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah puasa ini untuk selanjutnya diaplikasikan dan diamalkan dalam kehidupan ini, diberikan kesehatan jasmani rohani dengan barokahnya puasa dan dibukakan pintu hatinya agar tumbuh jiwa social, jiwa kemanusiaan, saling berbagi kasih, saling berbagi sayang terhadap orang-orang yang membutuhkan dari para fakir miskin dan anak yatim piatu.

            Yang sedikit dari saya ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya saya mohon maaf. إهدنا الصراط المستقيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

*ngisi kultum di masjid Al-Mubarokah Tebuireng 3 pada malam minggu, 06 Juli 2014/8 Ramadhan 1435 H.