Selasa, 21 Maret 2017

Jangan Cukup Menjadi Baik, Jadilah Penyeru Kebaikan

APA yang ada dibenak Anda jika terlintas kata “orang baik dan penyeru kebaikan”. Memang ada perbedaan di antara keduanya? Ternyata ada.

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?

Orang Baik biasanya dikatakan dengan istilah orang sholih. Orang ini ialah orang yang senantiasa melakukan kebaikan untuk dirinya saja, sedangkan Penyeru Kebaikan atau Muslih ialah orang yang senantiasa mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan orang lain.

Selain itu, biasanya orang baik itu akan dicintai manusia, sementara penyeru kebaikan akan dimusuhi manusia. Kok bisa gitu?

Ternyata hal ini bisa kita lihat dari perjalanan hidup Rasulullah SAW. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik. Namun ketika Allah SWT mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya tukang sihir,Pendusta bahkan orang gila.

Mengapa bisa seperti itu?

Jawabannya karena Penyeru Kebaikan ‘menyikat’ batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan. Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Allah jaga umat ini..Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Allah Subhanahu wa ta’alaa berfirman:

“Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan..”

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa menjadi orang sholih saja tidak cukup bagi kita, sebab kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Maka lihatlah kondisi sekitar Anda . Jadilah orang sholih yang menyeru kebaikan, jangan merasa puas hanya sebagai orang baik saja. Waallahu’alam []

Sumber: https://www.islampos.com/772-772/

Senin, 20 Maret 2017

Belajar Pada Kehidupan

Belajar pada kehidupan, guru yang paling bijak
Setiap detik yang terlewati
Setiap peristiwa yang terjadi
senang-susah,
baik-buruk,
benar-salah,
untung-rugi,
mendapatkan-kehilangan,
Semuanya pelajaran berharga
Semuanya bernilai ilmu
Untuk direnungi
Untuk dipelajari
Supaya berbenah diri
Agar tak jatuh ke lubang yang sama
Agar hari esok lebih baik dari kemarin
Agar keburukan kemarin terkikis kebaikan mendatang
Dosa masa lalu terhapus pahala mendatang
Murka-Nya terganti rahmat-Nya
Laknat-Nya terganti ridlo-Nya
La haulaa walaa kuwwata illa billah

Minggu, 05 Maret 2017

RIDHO PADA SETIAP KENYATAAN

Saudaraku, salah satu sebab kita tidak bahagia dalam hidup adalah karena ketidaksiapan menghadapi kenyataan. Kita siap menghadapi kenyataan yang sesuai dengan keinginan kita. Tapi, belum tentu kita siap menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal tidak mungkin setiap keinginan kita terpenuhi. Apa jadinya jika setiap orang ingin jadi presiden dan semuanya terkabulkan, tentu kacau hidup ini.
Alloh Swt. telah mengingatkan bahwa tidak setiap keinginan kita itu baik untuk kita. Karena keinginan kita lebih banyak didorong oleh hawa nafsu. Sedangkan Alloh Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Dan, Alloh juga Maha Mengetahui setiap kebutuhan makhluk-Nya.
Alloh Swt. berfirman, “..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh [2]: 216)
Yang penting kita lakukan adalah bersikap ridho pada setiap ketetapan Alloh Swt. atas diri kita. Boleh jadi kita mengusahakan sesuatu, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tidak mengapa. Karena kewajiban kita hanyalah berusaha, berikhtiar. Ikhtiar inilah yang menjadi amal sholeh kita, menjadi ibadah kita. Adapun hasilnya, serahkan kepada Alloh Swt.
Jika Alloh Swt. telah mentakdirkan sesuatu bagi hamba-Nya, maka takdir tersebut pasti kebaikan. Agar kita terlatih bersikap ridho, maka perlu kita selalu yakin bahwa tiada satu kejadian sekecil apapun, kecuali pasti Alloh mengetahuinya. Alloh Swt. berfirman, “..Maka sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab [33] : 54).
Kita harus yakin bahwa setiap kejadian itu ada dalam pengetahuan dan keuasaan Alloh Swt. Dan, Alloh Maha Mengetahui setiap jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi oleh hamba-hamba-Nya. Sehingga tiada tempat untuk mengadu dan memohon pertolongan selain Alloh Swt.
Menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita itu mungkin memang tidak enak. Tapi, rasa tidak enak itu akan lebih menjadi-jadi jikalau tidak ada ridho di dalam hati kita. Bersikap ridho atas apa yang telah terjadi akan membuat hati kita jauh lebih tenang dan bahagia. InsyaaAlloh.

AA. Gym